Catatan ini terutama ditujukan kepada :
1. Penikmat musik metal oldschool -khususnya para trasher- maka ini adalah kabar baik bagi mereka.
2. Para penggemar avenged sevenfold, bullet for my valentine, dan sejenisnya yang kemudian merasa dirinya sudah sangat metal dan kemudian mendeklarasikan dirinya sebagai anak metal dan selanjutnya mengupload foto mereka dengan pose metal dan sangar di facebook mereka..; maka semoga catatan ini dapat membuat mereka berintrospeksi diri.
Kreator adalah salah satu band metal legendaris asal Jerman yang sejak awal terbentuknya pada pertengahan 80-an tetap berusaha memainkan ‘pure trash metal’. Saya pertama kali mengenal band ini ketika masih SMA lewat singel mereka “Coma of Souls” yang dipinjam dari kaset milik guru fisika saya, sesosok pribadi yang penuh canda dan keramahan namun memiliki selera musik yang cukup ekstrim dan patologis mengingat koleksi kasetnya dipenuhi nama nama band yang aneh seperti : obituary, carcass, entombed, testament, deicide,sepultura dsb.
PAda Bulan Januari tahun ini, Kreator merilis albumnya yang ke -12 berjudul “Hordes of Chaos”. Album ini cukup istimewa karena proses perekamannya menggunakan cara yang di era digital ini terbilang sangat “konservatif”. Di saat band – band lain menggunakan teknik perekaman modern yang mengandalkan software dan kemampuan komputer sehingga -’even the worst band can sounds great’- Kreator justru kembali ke teknik perekaman di era 70-80an yaitu :tape recorder analog dengan 4 track ,direkam secara live dan tanpa overdub! Dengan demikian tidak ada teknik copy paste klik kanan disini.
Mendengarkan Hordes of Chaos dari track pertama sampai terakhir maka kesan yang didapat adalah ‘beginilah seharusnya trash metal’. Di saat band- band trash metal yang seangkatan dengannya mulai berkompromi -entah kompromi dengan selera pasar atau selera pribadi mereka-, maka kreator membuat album ini dengan -tanpa peduli teknologi dan keadaan sekitar- sehingga terciptalah sound,teknik, dan riff gitar yang primordial, oldschool. Singkat kata jika anda membandingkan “Hordes of Chaos” dengan album terdahulu Kreator yang dibuat tahun 80 – 90 an seperti “Pleasure to Kill” atau “Coma of Souls”, maka tidak ditemukan perbedaan yang berarti dari segi musikalitas. Tema yang diangkat dalam lirik juga masih berkisar sosial dan politik dan tanpa mengumbar kata – kata yang tidak bermutu seperti “f*ck” dsb sebagamana yang sering dilakukan band band metal sekarang untuk menambah kesan sangar mereka. maka Sungguh mencengangkan juga di usia para personilnya yang sudah senja namun tidak nampak pengurangan performa ,skill dan kreativitas mereka. Memang di beberapa album sebelumnya , khususnya album “Endorama” Kreator menurunkan tensinya dan mulai bereksplorasi dengan sound industrial dan gothic sehingga terciptalah singel mid-tempo seperti ‘Choosen few’ dan juga singel yang berbau doom seperti ‘As We Watch The West’.
Namun Dengan Hordes of Chaos, Kreator telah berhasil mentransformasi kembali trash metal ke bentuk asalnya dan mengembalikan kedigjayaan trash metal. Suatu bentuk trash revival yang dieksekusi dengan baik oleh mereka.




